Jumat, 26 Mei 2017

Review Manga : One Piece Ch. 866


Di Elbaf, 63 tahun yang lalu, Charlotte Linlin atau yang kita kenal sekarang dengan sebutan Big Mom masih berusia 5 tahun, Linlin sebenarnya hanya anak manusia, dari keluarga manusia biasa, tetapi dia memiliki tubuh yang sangat besar untuk anak seusianya, bukan hanya tubuh, nafsu makannya pun sangat besar, karena inilah Linlin disebut bencana dan akhirnya dia diasingkan oleh orang tuanya sendiri ke Elbaf.

Orang tua Linlin sengaja menitipkan Linlin pada Mother Caramel yang memiliki sebuah panti bernama The Lamb's House, Mother Caramel sendiri ternyata hanya seorang manusia biasa yang memiliki hati emas, dia memiliki impian suatu saat nanti semua ras bisa hidup berdampingan, impian inilah yang diteruskan oleh Linlin hingga sekarang.

Linlin kecil sangatlah polos, yah, tidak jauh berbeda dengan Linlin sekarang yang sangat naif, setiap bencana tercipta dari kepolosannya, namun walau begitu, Mother Caramel selalu memaafkannya dan menoleransi kelakuannya.

Hingga di suatu saat, ada sebuah perayaan yang mengharuskan semua orang di Elbaf untuk berpuasa selama 12 hari, ditujukan untuk menghormati matahari, sebelum puasa dimulai digelar acara makan besar, semla, makanan manis khas Elbaf yang menjadi menu utamanya.

Saat mencicipi pertama kali Linlin langsung "jatuh hati" pada semla, tak heran, saat mendengarnya saja, air liur Linlin sudah banyak menetes, Linlin seperti kesetanan saat memakan semla saat itu, dan ini adalah awal dari bencana besar di Elbaf.

Puasa orang Elbaf sedikit berbeda dengan puasa umat muslim, tidak ada kata "buka puasa", tetapi mereka diizinkan meminum air putih kapan saja, hal inilah yang membuat Linlin semakin tak tahan, nafsu makan yang sangat besar membuat dia mengamuk pada hari ke-7, seluruh penduduk desa dibantai oleh Linlin, hanya demi semla, bukan penduduk desa biasa, tapi penduduk desa raksasa, dihancurkan oleh Linlin yang baru berumur 5 tahun, gila memang.

Yorle Fallbeard, mantan kapten bajak laut raksasa pun geram, ini sudah tidak bisa dibiarkan, walaupun Linlin masih kecil, tapi tingkahnya sudah tidak bisa dimaafkan lagi, mungkin ini yang membuat para raksasa Elbaf membenci Linlin sampai sekarang, prediksi saya pada chapter berikutnya Mother Caramel mati ditangan Yorle karena dia berusaha melindungi Linlin.

Saya senang dengan setiap flashback pada cerita apapun, terutama One Piece, karena dalam flashback akan ada banyak informasi tentang apa yang terjadi saat itu, mengapa bisa seperti itu, dan bagaimana bisa sampai seperti ini, semua terungkap dengan jelas pada flashback.

Selain itu, ada karakter lama bermunculan pada flashback, yang membuat saya sedikit bernostalgia, seperti munculnya Dorry dan Burogy, lalu ada Oimo dan Kashi yang 10 tahun dari flashback ini akan pergi berkelana mencari Dorry dan Burogy, dan berakhir di Enies Lobby, lalu terakhir ada Hajrudin muda, yang nantinya akan menjadi bajak laut dan beraliansi dengan Bajak Laut Topi Jerami, yah, walaupun ceritanya sedikit kelam, tapi cukup menyenangkan untuk dinikmati.


Kanpai!



Sabtu, 13 Mei 2017

Review Manga : One Piece Ch. 865


Chapter dimulai dari teriakan Caesar atau saat ini Gastino, Caesar mendapat tugas untuk menyiapkan pintu keluar para anggota aliansi Bege-Luffy, jantungnya yang menjadi tawanan, dengan begini, aliansi tidak perlu khawatir Caesar akan berkhianat, toh tugasnya pun tak terlalu sulit, jika dibandingkan dengan anggota lainnya, yang harus berhadapan langsung dengan Big Mom.

Pasca kehancuran pestanya, Big Mom masih terlihat shock, bingung, tidak tahu harus berbuat apa, situasi ini malah kurang menguntungkan untuk aliansi, karena Big Mom belum bisa menemukan alasan untuk kemarahannya, jadi Luffy yang sebelumnya ditugaskan untuk menghancurkan foto Mother Caramel, mendapat tugas tambahan lagi, yaitu memperlihatkan potongan foto Mother Caramel yang sudah hancur.

Tugas Luffy saat ini tidak bisa dibilang mudah, dia harus melewati Katakuri untuk ke tempat Big Mom, tapi angin kemenangan sepertinya sedang berhembus ke arah aliansi Bege-Luffy, Katakuri hanya sendirian menghadang Luffy, sedangkan Luffy memiliki back up yang cukup, Bege, Pedro, dan Jinbe, walaupun tidak bisa mengalahkan Katakuri, setidaknya mereka bisa menghambatnya.

Dengan susah payah, akhirnya Luffy berhasil melakukan tugasnya, "ledakan" Big Mom pun pecah, seperti yang dibayangkan, sangat dahsyat, seluruh orang yang berada di wilayah itu terkena dampaknya, lagi-lagi ini adalah keuntungan untuk aliansi, karena aliansi sudah menyiapkan earplug untuk mengatasi kejadian ini.

Kekuatan teriakan ini memang sangat dahsyat, tapi di waktu yang sama defense Big Mom melemah, sangat lemah, Big Mom jadi gampang sekali terluka, pada saat inilah para penembak bekerja, Bege, Vito, dan Gotty sudah siap dengan KX launcher-nya.

Keluarga Vinsmoke, yah, sesuai dugaan, Sanji datang menyelamatkan mereka, bersamaan dengan teriakan Big Mom yang menggemparkan, saat "dikunci" dengan kekuatan permen Perospero, Judge beralasan bahwa dia tidak bisa melawan karena saat ini sedang tidak memakai baju tempurnya (raid suit), semakin kuat prediksi saya minggu lalu, yang mengatakan kalau Vinsmoke tidak bisa bertarung tanpa senjata.

Apakah setelah kejadian ini pandangan keluarga Vinsmoke pada Sanji akan berubah? Kemungkinan besar iya, Vinsmoke yang dengan sengaja membuang Sanji, malah diselamatkan oleh Sanji, sekejam-kejamnya hati manusia pasti akan luluh jika mendapatkan kebaikan seperti ini, setidaknya untuk Judge yang mungkin masih ada sedikit perasaan, entah untuk ketiga saudara Sanji.

Di salah satu panel, terlihat Ichiji mendapatkan sebuah tabung dengan angka 01, mungkin yang memberikannya Nami, ada juga tabung dengan angka 02 yang pastinya ditujukan untuk Niji, tabung apakah ini? Kemungkinan itu adalah senjata atau baju tempur yang dimaksud Judge, disimpan seringkas mungkin di dalam tabung memakai teknologi Germa. dengan ini, akan ada kekuatan tambahan untuk aliansi.


Saat ini Big Mom sedang sangat terdesak, marah hingga akhirnya menangis, entah apa yang terjadi di masa lalu dengan Mother Caramel, akan diceritakan pada chapter selanjutnya, di Elbaf, sudah sangat lama saya menantikan munculnya pulau Elbaf, pulau para raksasa, semua rahasia dibalik kebencian para raksasa pada Big Mom akan terungkap.


Kanpai!



Rabu, 03 Mei 2017

Review Manga : One Piece Ch. 864


Melanjutkan chapter lalu, Brook yang menyamar menjadi Luffy berhasil menghancirkan foto Mother Caramel, Big Mom jelas sangat marah, hmm, lebih tepatnya shock, Big Mom hanya bisa terdiam, membayangkan kacaunya pesta teh yang dia gelar, kejadian ini sangat tidak terduga, inilah akibat dari sifat naif yang Big Mom miliki, dia menganggap semua rencana akan berjalan dengan mudah.

Tidak kalah naif, Vinsmoke Judge lebih parah lagi, dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi sampai akhirnya anak buah Big Mom menodongkan senjata pada seluruh keluarga Vinsmoke, ditambah lagi anaknya yang tidak memiliki emosi tidak terlalu peduli apa yang terjadi, dan hanya pasrah akan keadaan.

Ya, itu salahmu sendiri, Judge! Kau yang membuat mereka seperti itu, Ichiji, Niji, dan Yonji sama sekali tidak peka terhadap lingkungan, bahkan mereka sama sekali tidak sadar kalau sedang ditipu mentah-mentah, itulah kelemahan dari tidak memiliki emosi, sepertinya Judge sudah mulai merasa menyesal akan apa yang dia perbuat selama ini, sangat memalukan melihat Judge, seorang raja Germa, menangis saat ditodong pistol.

Sepertinya kita sudah bisa menebak akan berakhir seperti apa drama keluarga Vinsmoke ini, Sanji pasti akan menjadi penyelamat keluarga yang telah membuangnya, baru dugaan sih, tapi hampir 100% pasti akan terjadi, apalagi pemimpin yang menodongkan senjata ke keluarga Vinsmoke hanya Perospero, bisalah Sanji untuk show off pada keluarganya, oh iya, dilihat dari situasi saat ini, sepertinya anak-anak Vinsmoke tidak bisa bertarung kalau tidak ada senjata, sangat berbeda dengan Sanji yang hanya menggunakan "kaki kosong".

Sanji sendiri saat ini sedang terdesak, Pudding masih ingin menembaknya, tapi percuma saja, Sanji dengan mudah menghindari tembakan-tembakan Pudding, padahal dengan jarak yang sangat dekat, biarpun begitu, tetap saja Sanji menyelamatkan Pudding dari ledakan, ada kemungkinan lama kelamaan Pudding akan menaruh rasa pada Sanji, hehe, selain Pudding, di situ juga ada Charlotte Daifuku, pemakan buah iblis hoya hoya, cukup unik, dia bisa mengeluarkan semacam jin dari dalam tubuhnya, layaknya lampu ajaib milik Aladdin, bukan, bukan Aladine temannya Jinbe, Aladdin yang itu.

Seperti yang diharapkan dari anak buah seorang yonkou, mereka sangat merepotkan, selain Daifuku, ada juga Charlotte Oven, seperti namanya, dia adalah manusia panas, pemakan buah iblis netsu netsu, sepertinya kekuatan ini hanya bisa mengeluarkan panas, tidak seperti mera mera milik Sabo dan magu magu milik Akainu yang bisa menghasilkan api dan magma, tingkat panasnya juga kemungkinan masih dibawah Sabo dan Akainu.

Big Mom sudah sangat melewati batas kesabarannya, tidak hanya foto Mother Caramel yang dirusak, tapi juga kue pernikahan, serta pestanya hancur berantakan, makanya Big Mom terlihat sangat bingung dalam waktu yang cukup lama, bahkan sudah melebihi waktu yang direncanakan oleh Bege, kemungkinan besar Big Mom akan mengamuk melebihi apa yang selama ini dia lakukan, mungkin ini akan menjadi amukan terbesar Big Mom sepanjang hidupnya.

Bege terlihat percaya diri setelah melihat wajah Katakuri yang pucat, itu menandakan kalau Katakuri melihat masa depan yang buruk, entah apa itu, tapi yang pasti itu merugikan pihak Big Mom, jadi Bege memutuskan untuk memulai strategi pembunuhan Big Mom, teriakan "Invisible Sinfonia" yang menjadi tandanya, tanda kalau sebentar lagi akan ada "ledakan" dari Big Mom, dan para anggota aliansi Bege & Luffy harus memakai penyumbat telinga, untuk pertahanan diri dari "ledakan" Big Mom.

Luffy yang di awal gagal menjalankan misinya, mendapatkan kesempatan lagi untuk menjalankan misi tambahan, yaitu memperlihatkan sekali lagi potongan foto Mother Caramel yang telah dirusak oleh Brook, itu akan menambah tingkat kemarahan Big Mom, sekaligus bisa memperlemah pertahanan Big Mom, dan pada saat itu terjadi, anak buah Bege, Vito dan Gotti sudah siap untuk menembak.


Kanpai!



Jumat, 21 April 2017

Review Manga : One Piece Ch. 863


Berantakan, yah, rencana Bege dan Luffy tidak berjalan sesuai rencana, saat kemunculan memang berjalan dengan mulus, dan Luffy beserta para klonnya berhasil merusak altar pernikahan, hingga akhirnya Katakuri menghentikan laju Luffy yang ditugaskan untuk merusak foto Mother Caramel.

Katakuri memiliki buah iblis bertipe logia, mochi mochi no mi, kekuatannya adalah mochi, kue khas jepang yang lengket, cukup aneh memang untuk jenis logia, karena biasanya logia adalah kekuatan alam, seperti api, es, magma, listrik, dan sebagainya, ini pertama kalinya ada logia memiliki kekuatan makanan, setidaknya pada cerita canon, kalau tidak salah pada cerita movie sudah ada logia yang memiliki kekuatan makanan, tapi saya tidak pernah menjadikan cerita movie ataupun filler sebagai acuan.

Luffy yang terdesak oleh Katakuri diselamatkan Jinbe, sangat heroik, di situ Jinbe juga berusaha untuk bernegosiasi dengan Big Mom, tentu saja Big Mom meminta bayaran untuk itu, lalu Jinbe menawarkan masa hidupnya, sepertinya kekuatan Big Mom tidak bisa digunakan seenaknya, harus ada rasa takut dulu dari lawan yang mau diambil masa hidupnya, layaknya Boa Hancock, yang harus membuat lawannya jatuh cinta terlebih dahulu, lalu orang yang jatuh cinta berubah menjadi batu, tapi tidak menutup kemunkinan juga kalau kekuatan itu bisa ditingkatkan lagi, sehingga tidak perlu lagi adanya syarat.

Jinbe tidak memiliki rasa takut sedikitpun terhadap Big Mom, Big Mom tidak bisa mengambil masa hidup Jinbe, mungkin ini adalah gambling yang sangat besar untuk Jinbe, yap, hanya orang yang benar-benar kuat atau orang bodoh yang tidak takut berhadapan dengan Big Mom, Luffy contohnya, dia termasuk yang bodoh sih saya kira, hehe, Jinbe sudah memikiran ini, memikirkan kengerian seorang Yonkou.

Saat berpesan pada teman-teman Sunny Pirates pun dia terlihat pasrah ingin mengorbankan nyawanya untuk Luffy, itu bertanda bahwa dia sendiri juga tidak tahu kalau masa hidupnya bisa diambil oleh Big Mom atau tidak, apakah dia akan takut atau tidak saat berhadapan dengan Big Mom, makanya saya bilang ini adalah perjudian yang besar bagi Jinbe, dengan nyawa sebagai taruhannya, dan ternyata Jinbe berhasil dengan sangat keren.

Rencana Bege dan Luffy memang tidak berjalan dengan mulus, tapi bukan berarti tidak berhasil, masih ada Brook, atau itu Luffy yang terlihat seperti Brook, haha, si kuda hitam, yang tidak diduga-duga menyusup ke dalam pesta, saat semua orang terfokus pada Luffy dan Jinbe, yah, salah Katakuri sendiri yang bilang bahwa yang asli sudah tertangkap, sisanya abaikan saja, entah ini masuk ke dalam rencana atau tidak, atau ini adalah plan B, kalau menurut pandangan saya ini malah tidak ada dalam rencana sama sekali.

Mungkin hanya Brook yang berencana seperti ini, dia yang berinisiatif sendiri untuk melancarkan "serangan" diam-diam, pada beberapa chapter, Brook memang cukup menarik perhatian dengan aksinya, seperti saat dia berhasil mengkopi poneglyph milik Big Mom, dan saat ini pun dia berhasil merusak foto Mother Caramel, yang seharusnya menjadi tugas Luffy, Brook bergerak diam-diam dan terencana, di saat sang ahli strategi kita, Sanji, sedang tidak bisa "bergerak" saat ini.

Oh iya, pada chapter 861, saya sempat mencurigai tidak adanya Brook di dalam kastil Bege, atau setidaknya tidak ada dalam tempat berkumpul, pada saat yang lainnya tertidur, nah, mungkin di saat itulah Brook menggunakan waktunya untuk "berdandan" seperti Luffy, orang yang melihatnya pasti tidak mengira itu Luffy, tapi setidaknya orang tidak tahu kalau itu Brook, hahaha.


Kanpai!



Sabtu, 15 April 2017

Review Manga : One Piece Ch. 862


Sangat tidak terduga, Pudding yang jahat bisa luluh pada Sanji hanya dengan satu kalimat, sangat Sanji sekali, saya bisa jamin biarpun Sanji tidak tahu kalau Pudding sebenarnya jahat, Sanji akan tetap mengatakan kalau mata ketiga Pudding adalah mata yang indah, dengan kata lain itu bukan akting.

Dengan itu, rencana Big Mom dipastikan tidak berjalan dengan baik, Pudding menangis hingga dia lupa kalau dia bertugas untuk menembak Sanji, kalau pada chapter kemarin saya sempat bertanya, bagian Sanji yang mana yang akhirnya menang? Hati atau otak? Dan terjawab sekarang, hati Sanji lah yang mengendalikannya, dan itu malah menguntungan bagi Sanji, karena dengan itu, Pudding jadi ragu untuk menembak.

Keraguan Pudding dalam menembak Sanji pastinya tidak ada di dalam perkiraan Big Mom, melihat masa lalu Pudding yang kelam, pada saat kecilpun Pudding tega menusuk atau membunuh teman yang berani mengejeknya.

Tapi bukan berarti penembakan Sanji tidak jadi dilakukan, ada father, dia adalah pendeta yang menikahkan Sanji dan Pudding, dia ditugaskan untuk menjadi penembak lapis kedua yang sudah disiapkan Big Mom, tapi rupanya Katakuri (Dogtooth) menerawang kalau tembakan father bisa dihindari Sanji, jadi dia berinisiatif untuk melakukan penembakan, dan dengan mudah Sanji bisa menghindari tembakan Katakuri.

Saya jadi terpikir, apa kemampuan kenbunshoku haki (observasi) milik Sanji sudah sangat tinggi, bahkan melampaui Katakuri yang bisa melihat sepintas ke masa depan, maksudnya begini, Katakuri bisa melihat sepintas ke masa depan, lalu dia kaget kalau akhirnya Sanji bisa menghindari tembakannya, berarti Katakuri tidak melihat Sanji menghindar dalam vision-nya, dengan kata lain Katakuri tidak bisa membaca gerakan Sanji, jadi kemungkinan haki Sanji lebih kuat dari Katakuri.

Luffy terbangun dari tidur benar-benar sesaat sebelum acara pernikahan dimulai, itupun harus dipancing terlebih dulu dengan daging, haha, dan akhirnya kita tahu yang dimaksud Luffy "pintu masuk", pintu masuk yang menjadi fokus Luffy, yang selalu dipikirkannya matang-matang, saat orang lain memikirkan rencana pembunuhan Big Mom, dan pintu masuk itu iyalah kue pernikahan, DOONNGGG!

Entah dia berlari dari balik kue itu atau dia sudah menyusup dari dalam kue dengan menyembunyikan kaca di dalam kue, mungkin dia berpikir kalau dia bisa memasuki tempat resepsi sambil makan, dengan menggerogoti kue dari dalam untuk membuat lubang agar dia bisa keluar, dengan itu altar pernikahan juga bisa hancur, sekali dayung dua pulau terlampaui.

Luffy keluar dari kue pernikahan dengan sangat mencolok, tidak ada gerakan diam-diam, sangat khas Luffy, dan memang ini yang dibutuhkan untuk mengacaukan pesta, datang tiba-tiba, dari tempat yang tidak terduga, tempat yang menjadi fokus orang-orang saat ini, yang lebih mengagetkan lagi Luffy datang dengan jumlah yang banyak, yang terpikir oleh saya adalah kekuatan Nami dan Brulee, yang paling mungkin adalah kekuatan Brulee, karena kekuatan Nami hanya bayangan saja, tapi kalau kekuatan klon Brulee benar-benar nyata, dan bisa membuat para klon ini makan kue untuk menembusnya, toh, sebelum kemunculan para klon Luffy ini terlihat Brulee berteriak meminta maaf pada mama.

Ini sama sekali tidak terpikirkan oleh pembaca, setidaknya oleh saya sendiri, padahal clue untuk klon sebenarnya sudah berasa di awal saga ini, saat Luffy masuk hutan dan dijebak oleh klon buatan Brulee, lalu, tujuan pernikahan ini juga bermaksud untuk merebut pasukan dan teknologi klon milik Germa, jadi saya rasa sangat tepat untuk mengacaukan pesta teh ini dengan klon, klon Luffy, satu Luffy saja sudah membuat repot, haha.


Kanpai!



Jumat, 31 Maret 2017

Review Manga : One Piece Ch. 861

Semakin yakin saya meragukan rencana Bege akan berhasil, bukan, bukan karena Big Mom yang terlalu kuat, tapi karena aliansi dadakan ini terlalu seenaknya, Luffy dkk khususnya, hehe, ya cukup lucu ketika melihat seluruh anggota Topi Jerami tertidur, berbanding terbalik dengan semua pasukan Bege yang sudah stand by dan siap untuk menjalankan misi ini, ya memang sudah sifat Luffy yang selalu santai dalam menjalani misi apapun, kebetulan Luffy dkk juga sepertinya butuh istirahat untuk mengisi kembali tenaga mereka, jelas mereka kelelahan setelah melewati apa yang terjadi di Whole Cake Island ini, oh iya, saya tidak lihat Brook di dalam "kastil" Bege.

Tidak hanya Luffy, sang calon pengantin pria, Sanji, sepertinya sedikit demi sedikit melupakan misi utama, penyebabnya tidak lain adalah wanita, Pudding terlihat polos dan imut di mata Sanji, padahal Sanji sendiri sudah mengetahui sifat asli Pudding, tapi mau bagaimana lagi? Pudding memang terlihat imut, dan Sanji sangat lemah akan hal itu, Sanji mungkin adalah pria terpintar yang ada di dalam kelompok bajak laut Topi Jerami, tapi saat di depan wanita, kebodohannya bisa melebihi semua kru, hahaha, entahlah, sampai akhir nanti bagian Sanji yang mana yang akan menang, hati atau otak.

Kelompok Bege sudah siap di posisi, Caesar pun sudah siap, Vito yang saya pikir seram ternyata punya sifat yang polos juga, dia terlalu mengkhawatirkan banyak hal, khawatir dengan tamu-tamu yang datang, khawatir akan anak-anak Big Mom yang berada di dalam pesta, bahkan dia mengkhawatirkan Morgans dan Jajji yang sedang mengobrol, harusnya kekhawatiran ini sudah bisa ditanggulangi, kalau kamu berencana untuk membunuh seorang Yonkou, tapi benar juga apa yang dikatakan Vito, apa dasar Bege ingin membunuh Big Mom? Bukankah sangat menguntungkan kalau Big Mom berada di pihaknya?

Akhirnya foto Mother Caramel terlihat, tidak ada satupun yang mengenalinya, bahkan mungkin semua anak Big Mom tidak ada yang mengenalinya, entah Luffy nanti mengenalinya atau tidak, akan menjadi twist yang bagus jika Luffy kenal dengan Mother Caramel.

Kotak tematebako akan dibuka setelah acara utama, yaitu pernikahan, yang mungkin tidak akan terjadi, karena Big Mom berencana untuk menembak Sanji sesaat sebelum menikah, berarti pembukaan kotak tematebako dibuka untuk merayakan kemenangan Big Mom dari Germa, yang berarti lagi kotak tematebako tidak bisa menjadi "senjata" yang membantu misi aliansi Bege dan Luffy, kalau saja kotak tematebako dibuka sebelum acara pernikahan.

Horned den den mushi, dipakai anak buah Bege untuk menghalangi transmisi radio, mungkin dengan memakai ini, area yang dipasangi akan kehilangan sinyal, sehingga mereka yang berada di dalam area ini tidak bisa menelepon ke luar dengan den den mushi, dari mulai memasuki New World, Oda-sensei sepertinya suka dengan hal saat-kejadian-sebaiknya-tidak-menyebar-ke-luar-dulu, caranya macam-macam, dari mulai di Punk Hazard, angkatan laut yang berada di dalamnya tidak bisa melakukan panggilan ke luar, disebabkan room, kekuatan milik Law, begitu juga saat di Dressrosa, birdcage Doflamingo menyebabkan hilangnya sinyal, lalu akhirnya saat ini Oda-sensei meluncurkan produk baru, yang mungkin akan sering dipakai kedepannya, yaitu horned den den mushi.

Saat pintu gerbang yang hidup dipotong bagian mukanya, pintu itu kembali menjadi pintu biasa, apakah ini kelemahan dari kekuatan Big Mom? Bisa jadi, Bege menjadi anak buah Big Mom sudah cukup lama, dan tak mungkin Bege tidak menemukan apa-apa selama jadi anak buah Big Mom, kalau trik ini sudah diketahui, mudah saja untuk mengalahkan Zeus, Prometheus, dan Napoleon, yang notabene adalah pengawal terkuat Big Mom, karena mereka hidup dengan memakai jiwa Big Mom.


Kanpai!



Jumat, 24 Maret 2017

Review Manga : One Piece Ch. 860


Whoaa... chapter yang menegangkan, detik-detik menjelang acara puncak, rencana siapa yang akan berhasil? Kalau prediksi saya tidak ada yang berhasil, karena semua rencana bertubrukan di satu titik, dan akan membuat momen yang baru, momen di mana terjadinya pertarungan antara Big Mom, Vinsmoke, dan Luffy, tentunya pertarungan ini tidak ada dalam rencana siapapun, sudah jelas kalau Big Mom menghindari pertarungan dengan Vinsmoke, dan aliansi Luffy-Bege pun menghindari pertarungan dengan Big Mom.

Sesuai perintah dari Jinbe, Aladine dkk harus segera pergi meninggalkan Whole Cake Island sesaat sebelum acara pesta teh dimulai, karena di saat itu penjagaan di wilayah ini lemah, dan bagaimana dengan Pekoms? Ikat saja di batu, beri sedikit makanan dan minuman, haha. Ternyata arti dari roulette milik Big Mom sangat menyeramkan, angka yang tertulis di papan roulette dimaksudkan untuk jumlah teman-teman Jinbe yang harus menanggung beban yang sama dengannya, itulah sebabnya Jinbe memilih untuk kabur, dan tidak meminta keluar dengan cara yang "baik", mungkin kalau hanya dia yang dikorbankan tidak masalah, tapi tidak masuk akal jika teman-temannya juga terkena imbasnya.

Loyalitas Jinbe memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, dia rela menyerahkan nyawanya sekalipun demi Luffy, selain loyal, Jinbe juga memiliki sifat "kebapakan", belum ada yang memiliki sifat ini di dalam kelompok bajak laut Topi Jerami, sifat yang akan sangat membantu untuk tidak selalu gegabah dalam memilih jalan.

Para tamu Big Mom sudah berdatangan, seperti yang diharapkan, yang datang adalah orang-orang seram, pebisnis besar dari underworld, yang menyita perhatian saya adalah Morgans "Big News", berarti prediksi saya tentang Morgan si mantan angkatan laut itu sudah dipastikan salah, Morgans adalah presiden dari World Economic Newspaper, yang artinya, dia punya wewenang untuk mengendalikan koran yang terbit setiap harinya, seperti yang dibilang Morgans, bahwa perusahaannya dan Germa memiliki ikatan yang erat, jadi tak heran kalau Judge bisa dengan mudah merubah poster buronan Sanji menjadi 'only alive', ya, dengan kemungkinan Morgans juga memiliki wewenang untuk merubah poster buronan.

Morgans sendiri berwujud burung, entah dia adalah pemakan buah iblis atau dia adalah suku burung (kalau ada), atau dari suku minks? Setahu saya tidak ada jenis burung di dalam suku minks, yah, apapun itu, selain bosnya yang berbentuk burung, perusahaan ini juga mempekerjakan burung sebagai pengantar koran, ya, News Coo, burung yang terbang dari kapal ke kapal untuk mengantarkan koran, saya jadi terpikir sesuatu, kenapa angkatan laut tidak mencoba menggunakan jasa burung ini untuk mencari bajak laut, sudah terbukti kalau News Coo bisa menemukan orang yang sedang berlayar di laut, termasuk bajak laut, oh iya, Morgans mengingatkan saya pada karakter Big Bird di serial Sesame Street.

Jangan coba-coba tidak datang saat Big Mom sudah mengundangmu, itu sama saja dengan menghina Big Mom, dia bahkan rela membunuh anggota keluargamu kalau kau sampai tidak menghadiri pesta, sangat mengerikan memang, tapi itulah yang terjadi, salah satu tamu undangan, Jigra, yang menjadi korban pada pesta sebelumnya, Jigra tidak bisa menghadiri pesta karena harus menghadiri pemakaman ibunya, tapi Big Mom tidak bisa menerima alasan itu, dan akhirnya Big Mom mengirim kepala ayah Jigra, sangat mengerikan.

Rupanya Jigra datang kembali ke pesta teh kali ini, tapi sepertinya dia datang untuk balas dendam atas kematian ayahnya, tapi tentu saja Jigra tidak bisa masuk dengan mudah, dia langsung "ditembak" di tempat, bukan Bege yang menembak, memang Bege adalah orang yang ditunjuk untuk bertanggung jawab atas keamanan pesta, tapi ternyata bukan hanya Bege yang berjaga-jaga, ada petinggi bajak laut Big Mom lain yang berjaga, kemungkinan ada beberapa, dan salah satunya adalah Charlotte Katakuri (Dogtooth), salah satu dari 3 Sweet Commanders Big Mom, jabatannya setara dengan Charlotte Cracker dan Charlotte Smoothie, kekuatan Katakuri yang sesungguhnya belum telihat, tapi yang jelas dia memiliki kenbunshoku haki (observation) yang sangat kuat, saking kuatnya, haki itu bisa melihat sekilas kejadian di masa depan sebelum itu terjadi. dan Katakuri adalah orang dengan bounty tertinggi (yang pernah ditunjukan harganya) sejauh ini. 1.057.000.000 berries, mengalahkan Jack yang berharga 1.000.000.000 berries.

Jelas Katakuri akan menjadi batu sandungan yang besar untuk aliansi Luffy dan Bege, melawan Cracker saja Luffy membutuhkan waktu yang lama, bagaimana dengan Katakuri yang notabene punya bounty lebih tinggi dari Cracker, belum lagi akan ada petinggi-petinggi Big Mom lain, saya belum terbayang akan jadi seperti apa nanti, yah seperti biasa, kita tunggu saja nanti di chapter berikutnya.


Kanpai!