Sabtu, 27 Januari 2018

Review Manga : One Piece Ch. 892


Saga Whole Cake Island sudah hampir berakhir, semua masalah selesai satu per satu, Sanji sudah kembali ke Sunny, dengan Pudding yang sepertinya "tidak mau lepas" darinya, hehe. Sanji bertingkah "normal" lagi saat melihat Nami, ekspresinya sangat lepas, karena akhirnya dia bisa melihat teman-temannya selamat dari kejaran Big Mom, tapi entah mengapa semua ekspresinya ditumpahkan hanya pada Nami, haha.

Memang patut diacungi jempol untuk para kru yang tersisa di Thousand Sunny, dengan rencana seadanya mereka berhasil maju sedikit demi sedikit, walau tanpa kapten, Sunny tetap kuat, rasa kagum itu juga terlontar dari mulut Bege. Jinbe lah kunci dari kesuksesan misi ini, pengalamannya menjadi kapten Bajak Laut Sun selama bertahun-tahun tidak berbohong, selain kepemimpinannya, dia juga bisa membaca laut dengan baik, saya yakin dia akan dijadikan helmsman (juru mudi kapal) jika nanti sudah resmi bergabung Bajak Laut Topi Jerami.

Di sisi lain, Perospero bingung, jika dia membiarkan kue dimakan Big Mom, ada kemungkinan kue sudah diberi racun oleh Bege, Big Mom mati, kelompoknya pun hancur, tapi jika kue tak dimakan Big Mom, hancurlah negara ini, termasuk Perospero.

Bege mengorbankan diri menjadi umpan, mungkin dia bilang pada Sanji bahwa dia masih ingin membunuh Big Mom hanya agar Sanji membiarkannya menjadi umpan, Bege sadar kalau tidak akan bisa membunuh Big Mom saat ini, apalagi ketika kenyang nanti. Jadi ini adalah misi yang mulia, Bege memang benar-benar ingin membantu Topi Jerami, karena balas budi.

Perospero dan Bavarois memecah jalur pengejaran, mereka berdua mengejar Big Mom yang saat ini sedang dipancing oleh Bege, dan armada tiga saudari Charotte Smoothie, Charlotte Citron, dan Charlotte Cinnamon mengejar Topi Jerami. Pengejaran ini mungkin tidak masalah, masalah sebenarnya yaitu pada tujuan Topi Jerami, Pulau Cacao, seluruh pasukan Bajak Laut Big Mom mengetahui itu, jadi mudah saja bagi mereka untuk menyergap Topi Jerami di Pulau Cacao.

Bajak Laut Big Mom yang sebelumnya meremehkan Bajak Laut Topi Jerami, kini menganggap serius, mungkin ini karena laporan dari Mont-d'Or, dia mengatakan kalau ledakan besar di istana adalah salah satu rencana Topi Jerami, padahal tidak sama sekali, karena hal itu jadilah Charlotte Oven memerintahkan pada seluruh warga Pulau Cacao untuk menghancurkan dan menenggelamkan ke laut semua cermin yang ada di pulau ini, dan menyisakan satu buah, tentu saja untuk memblokade akses Luffy yang saat ini berada di Mirro-World.

Untungnya, Sanji mengetahui kalau rencana di Pulau Cacao sudah bocor, jadi mereka bisa memikirkan rencana lain, masalahnya ada pada Luffy, dia tidak akan tahu jika ada perubahan tempat berkumpul, yang dia tahu saat ini adalah "kalahkan Katakuri, lalu kabur menuju Pulau Cacao", itu sudah disadari Sanji dkk, jadi yang Sanji pikirkan adalah bagaimana caranya tetap melewati Pulau Cacao tanpa tertangkap.

Waktu yang ditempuh Sunny dari lokasi sekarang ke Pulau Cacao adalah 3 jam, jadi Luffy juga harus mengalahkan Katakuri dalam waktu kurang dari 3 jam, agar saat Sanji dkk sampai di Pulau Cacao, Luffy sudah siap untuk kabur, memang tidak mudah, tapi ada kemungkinan berhasil, walau kecil.

Tapi kesampingkan dulu cara untuk kabur, Luffy saat ini sedang susah payah bertarung dengan Katakuri, Luffy berambisi untuk melampaui Katakuri dengan mencoba menghindari serangannya, perlahan ada peningkatan walaupun belum signifikan, Katakuri menyadari jika haki kenbunshoku Luffy meningkat, jelas Luffy harus segera dihabisi dengan cepat, kalau dibiarkan seperti ini terus dia bisa mengambil satu dari sejuta kesempatan untuk mengalahkan Katakuri, pikiran inilah yang menghantui Katakuri sekarang.

Dilihat dari panel-panel akhir, sepertinya Luffy sudah bisa membaca gerakan Katakuri, namun mungkin kecepatan Luffy belum bisa mengimbangi Katakuri, jadi serangan Katakuri masih bisa mengenai Luffy, tapi itu cukup daripada Luffy tidak menghindar sama sekali dan tertusuk telak di perut.

Oh iya, kembali lagi pada Sanji, di dalam chapter ini saya belum melihat respon Pudding terhadap Sanji yang begitu menggilai Nami, pasti akan lucu nantinya. Apakah di chapter berikutnya akan ada pertempuran besar antara Nami dan Pudding?



Kanpai!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar