Sabtu, 05 Agustus 2017

Review Manga : One Piece Ch. 874


King Baum, siapa sangka dia menjelma sebagai pahlawan, kematiannya (mungkin) pun sangat heroik, awalnya agak aneh sih jika King Baum lebih takut pada vivre card Big Mom ketimbang pada Big Mom itu sendiri, tapi ternyata motivasi King Baum sudah berubah, yaitu hidup bersama Lady Tree, ini yang menjadi semangatnya meledak, tentu saja karena provokasi Nami.

Agak kasihan sebenarnya, saat King Baum mati dan berkorban demi pelarian Topi Jerami, saya tidak menyangka, karakter yang awalnya saya pikir hanya untuk joke semata, ternyata memiliki arti yang cukup dalam, walaupun King Baum hanya muncul beberapa chapter, One Piece banget sih.

Ternyata Big Mom tidak hanya "kuat", dia juga memiliki teknik bertarung yang hebat, teknik bertarung yang dia pelajari selama tinggal di Elbaf, lengkap sudah kekuatan Big Mom, akan sangat susah untuk mengalahkannya, belum lagi dia ditopang oleh 3 jiwanya sendiri, yaitu Zeus, Prometheus, dan Napoleon.

Tapi saat satu jiwanya direbut, Big Mom sedikit goyah, seperti Zeus, yang tak terduga ternyata sangat mudah dikontrol dengan "makanan", mungkin karena dia adalah jiwa Big Mom, jadi kelemahannya adalah mudah tegoda makanan, Nami yang sangat cerdik, memancing Zeus dengan awan petir yang dibuatnya, Big Mom tanpa Zeus seperti lumpuh, tidak ada kecepatan untuk berlari, inilah salah satu kelemahan Big Mom yang ditopang oleh Zeus, untungnya masih ada Prometheus, yah tidak untung sih bagi Topi Jerami.

Sunny sudah dikuasai oleh Katakuri, yang sepertinya mulai panik karena dia terlihat tidak yakin kalau Big Mom bisa membunuh Topi Jerami semudah itu, lautan pun sudah dipenuhi pasukan Big Mom, yang tentu saja tidak akan membiarkan Topi Jerami berlayar, lalu bagaimana cara mereka kabur? Kemungkinan Topi Jerami akan menggunakan Zeus yang sudah menjadi sekutu karena iming-iming makanan.

Kalau memang tidak mau membiarkan Topi Jerami ke mana- mana, kenapa Katakuri tidak hancurkan kapalnya sekalian ya?

Kecurigaan saya di chapter sebelumnya terbukti, Pudding memiliki motivasi lain dibalik rencananya, ternyata Pudding memang benar terpesona pada Sanji, orang yang pertama kali memuji mata ketiganya, dia mengajak Chiffon untuk bekerja sama membuat kue, mungkin dengan begini, Bege akan aman untuk sementara.

Saya cukup yakin kalau ini bukan akting Pudding untuk mengelabuhi Chiffon, karena Pudding meneteskan air mata dari mata ketiganya.


Kanpai!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar