Sabtu, 12 Mei 2018

Review Manga : One Piece Ch. 904


Berita menggembirakan, Revolutionary Army atau nantinya akan saya singkat menjadi RA ternyata aman, setelah pemberitaan media yang lumayan membuat heboh, yaitu jatuhnya markas RA di Pulau Baltigo oleh Kurohige, akhirnya kita tahu bahwa mereka selamat, tentunya, RA tak semudah itu dikalahkan, Pulau Baltigo mereka tinggalkan, dan saat ini mereka sedang berada di Pulau Momoiro, Kerajaan Kamabakka, kediaman Emporio Ivankov, yang merupakan salah satu anggota RA, Momoiro akan menjadi markas sementara RA. RA seperti merayakan kemenangan Luffy di Totto Land, Ivankov sebagai mentor Sanji pun sangat senang mendengar berita itu, tak hanya Ivankov, Sabo pun begitu, wajar saja, ikatan Luffy dan dirinya sangatlah erat, melebihi hubungan darah, Sabo tak berhenti tersenyum hingga kaku melihat berita itu, haha.

Reverie tahun ini akan menjadi momen pendeklarasian perang antara RA dan Celestial Dragon atau Tenryuubito, Monkey D. Dragon sudah mengumpulkan para commander-nya dari seluruh dunia, ini akan serius, sepertinya perang ini nantinya akan menjadi puncak cerita, tapi belum ditentukan kapan terjadinya, reverie hanya dijadikan sebagai momen deklarasi perang, karena reverie adalah momen yang tepat, momen di mana banyak Kerajaan berkumpul, mereka akan menjadi saksi deklarasi perang ini.

Sekedar mengingatkan, RA bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan dunia, yang dikuasai oleh Gorosei dan Celestial Dragon, pemerintahan yang busuk, diskriminatif, dan kesenjangan antara kaum bangsawan dan rakyat jelata sangat terlihat, hal inilah yang menjadi penggerak RA. Mereka membangun misi ini sudah sangat lama sekali, di flashback Luffy saat kecil, Dragon sudah terlihat "sibuk" di Kerajaan Goa, kerajaan tempat Sabo dilahirkan, kerajaan yang tingkat diskriminasinya sangat tinggi, salah satu kerajaan yang dibenci Dragon dan RA, dan dari situ (atau mungkin sebelum itu) hingga sekarang mereka terus memberontak dengan cara menggulingkan kerajaan satu persatu, salah satunya dengan cara mengadu domba antara rakyat dan kerajaannya hingga terjadi kudeta, bukan cara yang baik memang, tapi demi kebaikan bersama, dan sekarang adalah waktu yang dirasa tepat untuk mengakhiri misi panjang ini.

Nyentrik, itulah kesan pertama dari keempat commander RA, Morley west commander, Belo Betty east commander, Lindbergh south commander, dan Karasu north commander, mengunakan penjuru mata angin untuk nama divisinya, kemungkinan disesuaikan dengan wilayah yang mereka tangani, semisal Morley west commander menangani wilayah west blue, Betty si east commander menangani east blue, begitu seterusnya, tiga diantara mereka memakai topi dan kacamata seperti Sabo, entah ini perintah, atau mereka hanya menganggumi Sabo, dan meniru gayanya, yang lucu adalah Karasu, suaranya tak terdengar jika tak menyalakan speaker yang berada di dalam masker berbentuk paruh burung, hahaha.

Kekuatan, sudah pasti mereka kuat, di RA, mungkin hanya Dragon dan Sabo yang bisa mengalahkan mereka, Morley, seorang raksasa yang sepertinya memiliki kekuatan buah iblis, entah kekuatan apa, tapi kekuatannya menyerupai kekuatan Pica, Morley bisa memanipulasi tanah tempat berpijaknya seperti lilin mainan, bisa jadi itu awakening, lalu Belo Betty, memiliki kekuatan buah cheer cheer, dia jadi bisa membangkitkan semangat orang-orang yang mendengar teriakannya, kekuatan ini sangat cocok untuk anggota RA, karena mengadu domba rakyat dan negara adalah bagian dari misi RA, dan kekuatan Betty bisa digunakan untuk menggerakan massa, lalu Lindbergh, tak memiliki fisik yang bagus, juga sepertinya tak memiliki kekuatan buah iblis, tapi dengan alat-alat temuannya, kekuatan Lindbergh bisa setara dengan 3 commander lainnya, Lindbergh sepertinya sangat cerdas, seperti Rocket Racoon di film Guardians of The Galaxy, dan terakhir Karasu, kemungkinan memiliki kekuatan buah iblis, belum jelas jenisnya apa, apakah zoan, atau paramecia, atau malah logia, atau malah hanya jaketnya saja yang memiliki kekuatan buah iblis, kekuatan Karasu adalah burung gagak, namun burung gagaknya terlihat tidak nyata, hanya sekedar bayangan, entahlah, satu hal yang membuat lega, saya jadi tahu dari mana asalnya burung gagak yang menjemput Sabo di Dressrosa.

Kesialan sepertiya menimpa Kerajaan Lulusia, bagaimana tidak, chapter lalu putri mereka diculik, dan sekarang negara mereka diserang oleh bajak laut, Pinkbeard Pirates, yang mengaku bawahan Blackbeard, negara ini memang sedang tidak memiliki penjagaan, karena raja mereka dan seluruh pasukannya sedang pergi menghadiri reverie, tak ada sedikitpun rasa tanggung jawab pada rakyatnya, tentu saja Pinkbeard dengan leluasa menjajah negara itu, menyita segalanya yang berharga, tapi tak ada yang berharga sepertinya, hanya celestial gold, entah apa itu namun sepertinya itu adalah benda berharga yang dihasilkan oleh rakyat untuk kemudian diberikan pada kerajaan dan Celestial Dragon, sungguh kerajaan yang busuk.

Untungnya para commander RA datang membantu, tak membawa pasukan, rakyatlah pasukan mereka, sepertinya mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, setelah konflik selesai, sepertinya keempat commander ini berhasil memenangkan hati rakyat, mereka dianggap pahlawan, rasa kagum inilah yang nantinya akan dimanfaatkan oleh RA, jelas untuk menggulingkan Kerajaan Lulusia nantinya, tinggal tunggu tanggal mainnya.

Chapter kali ini khusus dibuat untuk RA, jelas mereka akan memegang peran penting pada cerita, saya berharap tujuan RA akan berjalan beriringan terus dengan tujuan Strawhat Pirates, dengan kata lain, semoga kepentingan RA tidak "menyenggol" kepentingan Strawhat Pirates, soalnya "cara main" RA sangat bertolak belakang dengan Strawhat, seperti yang kita ketahui salah satu misi RA adalah menggulingkan kerajaan, tapi bagaimana jika yang ingin digulingkan adalah kerajaan kesukaan Luffy?



Kanpai!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar